Riza A. Putranto, dari Mapres UGM hingga Mahasiswa Asing Perancis Terbaik tahun 2010

“Tidak pernah sekalipun bermimpi, untuk mampu meraih cita-cita sedini ini “ – Itu adalah kalimat yang muncul di benak saya, ketika membayangkan posisi saya sekarang.

Bernama lengkap, Riza-Arief Putranto, adalah seorang anak dari pasangan orang tua Wienarto dan Suparti. Lahir pada tanggal 12 April 1981 di sebuah puskesmas di Muntilan, 20 km tenggara Magelang. Saya adalah anak sulung dari 3 bersaudara, dan diharapkan menjadi contoh untuk adik-adik saya.

Tidak ada yang spesial dari saya, jika saya diharuskan bercerita mengenai masa kecil saya. Sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (red. sekarang menjadi Sekolah Menengah Umum), saya mengalami banyak masa sulit dalam studi saya. Jarang sekali saya duduk di kursi 10 besar di kelas, bahkan ketika saya berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP), pernah dua kali duduk di peringkat 38 dari 40 siswa. Masih segar dalam ingatan saya, bagaimana Ibu sangat murka waktu itu.

Waktu itu, saya merasa nyaman dengan posisi saya, atau boleh dikatakan ketidakpintaran saya. Saya berfikir, sudah terlalu banyak orang pintar di dunia ini, sehingga bolehlah saya menjadi yang malas saja. Hingga, pada akhir masa SMA, terbangun dari sebuah mimpi yang aneh, saya mendapatkan diri saya menyesal tidak berusaha semampu saya sejak lama. Saya bermimpi, menjadi tua, dan tidak memiliki apa-apa. Sebuah mimpi sederhana, yang membuat saya “gila belajar” sejak saat itu. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya memiliki tujuan dan cita-cita. Saya belajar 11 jam per harinya, sejak menduduki kelas 3 SMA, hingga saya mampu menyelesaikan SMA dengan nilai yang tidak buruk, bahkan selama setahun, selalu menduduki peringkat 1 dalam kelas.

Karir ke depan

Saya memasuki bangku kuliah pada tahun 2000, di Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Harapan saya tidak begitu muluk, hanya ingin meneruskan kinerja konsisten yang terbangun selama 1 tahun sebelumnya. Saya bersyukur selama 3 tahun 8 bulan mampu menjalani dengan baik kuliah saya, dan menimba banyak ilmu tidak hanya dari mata kuliah yang saya ambil.

Riza dalam ekspedisi situbondo

Riza bersama panitia diklat KSK

Riza bersama panitia diklat KSK

Salah satunya adalah menjadi anggota Kelompok Studi Kelautan (KSK) pada tahun 2001. Dari sini, saya belajar bagaimana berorganisasi, berinteraksi dengan kawan-kawan, dan berguru pada mereka yang jauh berpengalaman dari saya. Dan, saya bersyukur, berbagai kegiatan seperti susur pantai, diklat, dan kegiatan bersih pantai membawa saya keluar dari laboratorium-laboratorium yang saya cintai. Bahkan, pada tahun 2002-2003, saya pernah menjabat sebagai Divisi Keilmuan KSK. Juga, saya terlibat dalam dua ekspedisi KSK ke Situbondo, Jawa Timur dan Kepulauan Karimunjawa, di Jepara.

Selama menjadi mahasiswa, saya aktif menjadi asisten di dua laboratorium, yakni Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tanaman. Sejak saat inilah, saya memulai kekaguman saya akan tanaman. Sejak awal, saya ingin mendedikasikan ilmu yang saya peroleh, demi dan untuk sains.

Beberapa kali saya diberikan penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas (tahun 2002, 2003, 2004) dan Tingkat Universitas (Peringkat 9 pada tahun 2002, Peringkat 5 pada tahun 2003, Peringkat 8 pada tahun 2004), yang sungguh merupakan kehormatan bagi saya. Dari bidang penelitian, juga saya pernah menerima Grant PKM pada tahun 2001, tentang Peningkatan Gizi Masyarakat Gunung Kidul melalui Pengolahan Sargassum spp. bersama tim penelitian yang dikoordinir oleh Ketua KSK I Hilman Ahyadi.

Skripsi saya, berada di domain mikrobiologi, berjudul “Isolasi Bakteri Tanah Penghasil Biosurfaktan” dengan tujuan mengatasi masalah tumpahan minyak.

Lulus pada bulan Desember 2004, saya meneruskan langkah saya, sebagai seorang saintis, dengan menerima pekerjaan sebagai Peneliti, di sebuah institut, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) yang terletak di Bogor. Sungguh bukan awal yang mudah, karena saya yang tidak memiliki dasar kuat Biologi Molekuler, ditempatkan di Laboratorium Biologi Molekuler & Rekayasa Genetika (BMRG). Selama 1 tahun, saya menghabiskan waktu hanya dengan membaca jurnal, dan buku, serta berdiskusi dengan senior-senior yang banyak membantu saya. Selama 3 tahun pertama, saya melakukan penelitian dalam rekayasa genetika mikroba penghasil enzim-enzim penting seperti Lipase (untuk desaturasi minyak mentah kelapa sawit) dan Selulase (untuk degradasi materi lignoselulosa sebagai bahan baku produksi bioetanol).

Tahun 2007, saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi Master di Perancis, setelah berjibaku mencari program beasiswa selama 1 tahun sebelumnya. Program yang dinamakan “Beasiswa Pemerintah Perancis” (BGF) mengantarkan saya, menimba ilmu lebih dalam lagi di negeri Napoleon. Inilah cita-cita saya, yang menjadi kenyataan dalam waktu dini. Dalam bentuk kerjasama Indonesia-Perancis, saya terlibat dalam salah satu proyek besar antara institusi dari mana saya berasal dan sebuah institut perancis bernama Centre de Coopération Internationale de la Recherche en Agronomique et Développement (CIRAD). Penelitian yang diusung adalah tentang perbaikan tanaman karet (Hevea brasiliensis), dan saya, bekerja secara spesifik pada sistem perakaran tanaman karet dalam rangka menentukan kriteria seleksi batang bawah tanaman karet.

Riza di Paris

Riza di Paris

Selain berkolaborasi dengan para peneliti asing tersebut, saya juga mengaktifkan diri dalam organisasi kemahasiswaan di Perancis, seperti halnya di seluruh belahan dunia, yaitu Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Sementara ini, saya menjabat sebagai Ketua PPI Montpellier (kota dimana saya tinggal) Periode 2009-2010 dan Sekretaris sebuah Asosiasi Franco-Indonesia di Montpellier (AFIM) Periode 2009- … Dalam bidang penelitian, pada akhir tahun 2009, saya mengikuti Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Internasioanl (OKTI) di Paris, dan berhasil menempatkan posisi di presentasi final. Dan, terakhir saya bersyukur diberikan penghargaan oleh jurusan Master saya sebagai Mahasiswa Asing Terbaik tahun 2010.

Jika diizinkan, saya berniat meneruskan studi saya ke jenjang PhD, yang Insya Allah dimulai Januari 2011, pada bidang yang sama. Setidaknya ke depan, saya berniat menjadi ahli di bidang Fisiologi Tanaman, terutama untuk tanaman karet. Tidak banyak, studi genetika fungsional (functional genetic) pada spesies yang satu ini.

Semoga yang terbaik  dan semua ini adalah cita-cita saya yang dini..

16 thoughts on “Riza A. Putranto, dari Mapres UGM hingga Mahasiswa Asing Perancis Terbaik tahun 2010

  1. Ini dia seorang Kawan yang menjadi sumber inspirasiku untuk tak kenal lelah mengejar impian, semoga cita2mu terkabul kawan. Buat anak2 ksk ayo Semangat mengejar mimpi !!

  2. Riza-Arief Putranto says:

    Terima kasih bowo… sebenarnya saya malu nih, blm bisa dikatakan sukses kalo boleh jujur.. tetapi semoga artikel ini bermanfaat saja.. tetap semangat kawan2, nothing’s impossible…

    Jales viva Jaya Mahe KSK !

  3. Ita says:

    MasyaAllah.. salah satu kisah si “arai” yang bs jd contoh nih

  4. aux pearly cibiusa says:

    huwaaa..kamu mmg temen yg “aneh” (utgnya dlm hal positif) dari sma hingga kuliah…sukses ya za, smg cita2mu tlaksana, jgn lupa sambil cari jodoh dsana ya…

  5. Riza-Arief Putranto says:

    makasih ita dan aux.. specially aux, haha, emang kita udh aneh sejak SMU.. sapa2an ga jelas di depan kelasmu itu, haha, ga kebayang kok bisa dulu yah.. iya makasih sudah mengingatkan utk mencari jodoh kalo ga bisa pacaran sama pipet nih aku, hahaha..

  6. eika says:

    Hm hm hm.. Bravo Riza!
    terimakasih telah berbagi kisah yang inspiratif.

    Salam

    Eika KSK 2002

  7. PBS says:

    Mari Kita mengejar impian dan cita2 masing-masing, dan menjadi contoh teladan buat adek2 kita di KSK..

  8. pOmeeee says:

    i n s p i r a t i v e .
    terima kasii, saya jadi lebi termotivasi bahwa apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita usahakan. kalo dapet lebih berarti hadiah dari Tuhan.
    huaaaaaaaaaaa,, pengen juga ke peRanciiiiiiiis..
    >.<

  9. cahya says:

    wah hebat sekali :O tak susul besok mas hehe

  10. Sri Wahyuni says:

    Riza, hebat..hebat..aku ikut bangga, terima kasih sudah menuliskan kisahmu. Wah..jadi termotivasi ne.. selamat ya..🙂

  11. great…… i like his experience….. verry inspire……

  12. Laili says:

    mas Riza, salam kenal ni juniormu hehe diklat XII angk 2011. really inspire me. hehe soalnya juga pernah down, dan setelah baca ini, saya makin mantap ni🙂 hehe thx a lot🙂
    sukses selalu mas Riza🙂

  13. Nasikun says:

    Salam kenal Mas Riza-Arief P. Luar biasa prestasi-prestasinya!!
    Saya beberapa kali ke Ditmawa UGM dan berdiskusi dengan Pak Basuki, nama Mas Riza sering sekali muncul disana. Salam dari beliau.

    • Riza Putranto says:

      Salam kembali. Terima kasih Nasikun sudah mampir dan menyempatkan membaca. Sekarang giliran generasi-generasi muda utk terus berprestasi yg lebih baik lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s