Aspek, Sistem, dan Bentuk Reklamasi di Wilayah Pesisir

  1. A. PENGERTIAN DAN ASPEK REKLAMASI

Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka meningkatkan manfaat sumberdaya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan social ekonomi dengan cara pegurugan, pengeringan lahan atau drainase. Kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai reklamasi meliputi segala aktivitas penambahan lahan kering di wilayah pesisir yang mengakibatkan perubahan bentuk morfologi dan tata guna lahan pesisir.

Kegiatan reklamasi baik pada tahap sebelum reklamasi, saat reklamasi maupun pasca reklamasi, harus memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut : (i) aspek fisik, (ii) aspek ekologi, (iii) aspek hokum, (iv) aspek social ekonomi, serta (v) aspek pendukung lainnya.

  1. Aspek Fisik

Aspek-aspek fisik yang harus diperhatikan antara lain :

  • Tata ruang
  • Lahan
  • Hidrologi dan jaringan drainase
  • Muara sungai, lidah pasir, pulau pasir, delta
  • Hidro-oseanograi
  • Geomorfologi
  • Air tanah
  1. Aspek Ekologi

Aspek-aspek ekologi yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Biota (Flora Fauna darat dan perairan);
  • Biota endemic dan biota langka
  • Keragaman, kemelimpahan dan biomassa
  • Biota migratory
  1. Habitat/ekosistem perairan pesisir
  • Mangrove, terumbu karang, padang lamun, lahan basah
  • Kawasan lindung, jalur hjau mangrove
  • Jasa-jasa lingkungan yang dimiliki oleh kawasan pesisir seperti sebagai nursery ground, daerah pemijahan, resapan limbah, resapan air hujan dan lain-lain.
  1. Aspek Hukum

Aspek –aspek hokum yang harus diperhatikan antara lain :

  • Hukum adat
  • Hak atas tanah
  1. Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya
  • Presepsi masyarakat
  • Aktivitas ekonomi
  • Demografi
  • Kearifan local
  • Daerah cagar budaya dan situs sejarah
  1. Aspek Pendukung
  • Jasa lingkungan
  • Daya dukung lingkungan
  • Aksesibilitas lokasi
  • Fasilitas umum
  1. B. SISTEM REKLAMASI

Cara pelaksanaan reklamasi sangat tergantung dari system yang digunakan. Secara umum reklamasi dibedakan atas 4 sistem, yaitu system timbunan, system polder, system gabungan anatara timbunan dan polder.

  1. Sistem Timbunan

Sistem timbunan cocok dilakukan pada daerah tropis yang mempunyai curah hujan yang sangat tinggi dan metode ini yang paling popular di Indonesia. Reklamasi dilakukan dengan cara menimbun perairan pantai sampai muka lahan berada diatas muka air laut tinggi. Secara garis besar proses pelaksanaan reklamasi system ini adalah sebagai berikut :

  • Pembangunan tanggul mengelilingi daerah yang akan direklamasi
  • Material reklamasi diurug ke seluruh lahan yang akan direklamasi baik melalui daratan atauun dipompakan melalui pipa, dan sand by passing.
  • Reklamasi dilakukan lapis demi lapis dan ketebalan tiap lapisna berkisar antara 0,30-1,00 meter sesuai dengan jenis tanah dasar dan
  • Perataan lahan hasil reklamasi.
  • Pematangan lahan reklamasi dengan pemasangan drainase vertical, pemadatan lahan reklamasi dan kegiatan perbaikan daya dukung tanah.
  1. Sistem Polder

Sistem polder dilakukan pada lokasi dengan kondisi drainase yang baik. Reklamasi system polder kurang cocok untuk daerah yang mempunyai curah hujan yang sangat tinggi seperti di Indonesia. Reklamasi dilakukan dengan cara mengeringkan perairan yang akan direklamasi dengan memompa air yang berada didalam tanggul kedap air untuk dibuang keluar dari daerah lahan reklamasi.

Secara garis besar pelaksanaan reklamasi secara polder adalah sebagai berikut :

  • Pembangunan tanggul kedap air mengelilingi daerah yang akan direklamasi
  • Air di daerah yang akan direklamasi dipompa keluar sehingga kering
  • Perbaikan tanah dasar agar dapat dipergunakan sesuai peruntukan
  • Pembuatan jaringan drainase termasuk pompanisasi untuk menjamin bahwa lahan hasil reklamasi dapat kering baik pada musim kemarau maupun penghujan.
  1. Sistem Kombinasi antara polder dan Timbunan.

Reklamasi system ini merupakan gabungan antara system polder dan system timbunan, yaitu setelah lahan diperoleh dengan metode pemompaan, lalu lahan tersebut ditimbun sampai ketinggian tertentu sehingga perbedaan elevasi antara lahan reklamasi dan muka air laut tidak besar.

  1. Sistem drainase

Sistem ini dipakai untuk wilayah pesisir yang datar dan relative rendah dari wilayah di sekitarnya tetapi elevasi muka tanahnya masih lebih tinggi dari elevasi muka air laut. Wilayah ini bisa berupa daerah rawa pasang surut ataupun daerah rawa yang tidak dipengaruhi pasang surut. Dengan M\membuatkan system drainase yang baik beserta pintu-pintu pengatur, wilayah pesisir ini dapat dimanfaatkan untuk daerah pemukiman dan pertanian.

  1. BENTUK REKLAMASI

Secara umum bentuk reklamasi ada dua, yaitu reklamasi menempel pantai daratan induk dan reklamasi terpisah dari pantai daratan induk. Bentuk menempel pantai dapat dilakukan pada pantai dengan kondisi drainase yang baik sehingga kegiatan reklamasi tidak menimbulkan dampak atau permasalahan dalam pengelolaan drainase. Bentuk terpisah dari pantai dilakukan pada kondisi dimana system drainase pada wilayah tersebut relative buruk sehingga dilakukan reklamasi menempel pada pantai akan meningkatkan potensi banjir.

  1. Reklamasi Yang Menempel Pantai

Letak lahan reklamasi ini menyatu dengan pantai daratan induk. Keuntungannya anatara lain adalah kemudahan pembuatan pasarana/jaringan transportasi, sedangkan kerugiannya adalah lahan reklamasi yang baru menghalangi/memperpanjang system jaringan drainase yang ada sehingga akan meningkatkan elevasi muka air di muara yang berdampak dengan meningkatnya potensi banjir didaerah hulu.

  1. Reklamasi Terpisah dari Pantai
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s